Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendunia tanpa Kehilangan Akar

Artikel membahas diskusi panel Fashion and Craftsmanship: Rethinking the Fashion of Tomorrow yang digagas Kedutaan Besar Prancis-IFI, LAKON Indonesia, dan JF3 Fashion Festival. Panel membahas bagaimana brand fesyen dapat berkembang tanpa kehilangan identitas melalui craftsmanship. Thresia Mareta (Founder LAKON Indonesia) menekankan bahwa scaling up tidak harus dari peningkatan produksi tetapi meningkatkan kemampuan desainer dan artisan. Gabrielle Budiono (PINTU) menyatakan proses kreatif harus kolaboratif dengan artisan, bukan sekadar memaksakan desain. Mickael Nana (MARLON NANA) menyoroti tantangan brand muda dalam mendapatkan material berkualitas dengan produksi terbatas serta perubahan perilaku konsumen yang menginginkan cerita di balik produk. Darja Richter-Widhoff (ENAMOMA-PSL) menekankan pentingnya pendidikan untuk seluruh ekosistem fesyen. Direktur Jenderal Perindustrian RI menyatakan sektor fesyen dan kriya mencetak nilai PDB Rp120,13 triliun pada Q1 2026, naik 7,89% YoY.

Berita terkait