Mendunia tanpa Kehilangan Akar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas diskusi panel Fashion and Craftsmanship: Rethinking the Fashion of Tomorrow yang digagas Kedutaan Besar Prancis-IFI, LAKON Indonesia, dan JF3 Fashion Festival. Panel membahas bagaimana brand fesyen dapat berkembang tanpa kehilangan identitas melalui craftsmanship. Thresia Mareta (Founder LAKON Indonesia) menekankan bahwa scaling up tidak harus dari peningkatan produksi tetapi meningkatkan kemampuan desainer dan artisan. Gabrielle Budiono (PINTU) menyatakan proses kreatif harus kolaboratif dengan artisan, bukan sekadar memaksakan desain. Mickael Nana (MARLON NANA) menyoroti tantangan brand muda dalam mendapatkan material berkualitas dengan produksi terbatas serta perubahan perilaku konsumen yang menginginkan cerita di balik produk. Darja Richter-Widhoff (ENAMOMA-PSL) menekankan pentingnya pendidikan untuk seluruh ekosistem fesyen. Direktur Jenderal Perindustrian RI menyatakan sektor fesyen dan kriya mencetak nilai PDB Rp120,13 triliun pada Q1 2026, naik 7,89% YoY.
Bagikan
Berita terkait
IRRESISTIBLE BAZAAR Perluas Bisnis Lewat IP IRRESS LOCAL
Warta Ekonomi · 24 Agustus 2026 pukul 07.42
WBI Gelar Fashion Padel Pertama di Indonesia, Padukan Olahraga dan Kelestarian Budaya
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 16.51
Pertamina Patra Niaga Bina 66.000 UMKM, Fokus Branding dan Daya Saing
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 16.01
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Pikat Pengunjung di IFW 2026
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 11.19