Menelusuri Jejak Seni Kamasan khas Bali di Saka Museum
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Saka Museum Bali menampilkan pameran Kamasan: The Noble Tradition of Balinese Painting, menyinggung karya seni lukis tradisional Bali dari abad ke-19 hingga masa kini. Gaya Kamasan berasal dari desa Klungkung, berkembang di Kerajaan Gelgel abad ke-16, mengangkat cerita Ramayana, Mahabharata, serta mitologi Bali dan Jawa. Pameran menampilkan lebih dari 30 karya termasuk kain ritual, lontar, kalender astrologi Palelintangan, serta lukisan maestro. Katalogisasi oleh Farah Wardani dan Made Chandra dengan konsep Kala. Pameran menampilkan seniman kontemporer seperti Eka Sutha dan Eka Mardys, serta Mangku Muriati, perempuan pertama generasi muda yang menjalankan peran pemangku dan seniman Kamasan. Pameran berlangsung hingga 30 Mei 2027 dengan program diskusi, lokakarya, dan pendidikan.
Bagikan
Berita terkait
Baru Enam Candi Perwara Prambanan Dipugar, 218 Masih Runtuh
VOI · 9 September 2026 pukul 06.45
Baru 6 dari 224 Candi Perwara Dipugar, Restorasi Prambanan Hadapi Tantangan Berat
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 22.45
Merayakan Seabad Rahmi Hatta Lewat Pertunjukan Fashion Performance Art Rumah
Media Indonesia · 6 September 2026 pukul 09.59
Budaya Tak Cuma Soal Identitas, Fadli Zon Sebut Bisa Jadi Mesin Ekonomi
VOI · 4 September 2026 pukul 21.30