Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Kebakaran Hutan Sulit Dipadamkan? Ini 8 Penyebabnya

Indonesia kembali dihadapkan pada krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masif, dengan eskalasi titik api meluas cepat di lima provinsi di Kalimantan dan Sumatra. Kebakaran hutan sulit dipadamkan karena berbagai faktor, seperti cuaca panas yang menurunkan kadar air pada vegetasi, angin yang membawa panas dan percikan api ke area lain, hingga material organik yang mudah terbakar seperti daun kering, ranting, dan serasah. Selain itu, api dapat merambat melalui bahan organik di bawah permukaan tanah, sehingga sulit ditemukan dan ditangani secara menyeluruh.

Medan yang sulit diakses seperti lereng curam, sungai, rawa, dan jalan sempit menjadi hambatan bagi kendaraan pemadam untuk mencapai lokasi kebakaran. Kondisi ini memaksa petugas untuk menggunakan metode alternatif sesuai dengan karakteristik kebakaran. Asap tebal dari kebakaran juga menyulitkan pengamatan titik api, komunikasi, dan pergerakan petugas pemadam.

Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kebakaran benar-benar padam. Bara yang tersisa di batang, akar, atau lapisan organik dapat tetap menyimpan panas dan berkembang menjadi api baru jika terkena angin dan material mudah terbakar. Oleh karena itu, pemadaman tidak selesai ketika api terlihat padam; petugas perlu melakukan pendinginan, pemeriksaan, dan pemantauan berulang. Penanganan kebakaran hutan membutuhkan pencegahan sejak dini, respons cepat, teknologi pemantauan, dan kerja sama berbagai pihak.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait