Mengapa Pemadaman Karhulta Butuh Waktu Lama? Kepala BNPB Ungkap Kendalanya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BNPB menjelaskan pemadaman Karhutta di beberapa wilayah Indonesia membutuhkan waktu lama karena kendala seperti karakter lahan gambut yang api dapat bertahan di bawah permukaan, akses darat yang sulit, serta cuaca panas, kering, dan angin yang dapat memunculkan kembali fire spot. Untuk mengatasi ini, operasi darat dan udara dengan water bombing serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dilakukan dengan prioritas pada api yang berpotensi meluas dan mengancam masyarakat. Namun, OMC memiliki kendala teknis terkait ketersediaan awan, arah dan perkembangan awan, serta kondisi atmosfer lainnya. Hingga saat ini, hotspot masih terpantau di beberapa wilayah seperti Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi, dan Sumsel, dan tim BNPB terus memverifikasi serta menentukan metode pemadamannya.
Bagikan
Berita terkait
Masih Ada Hotspot Karhutla di 6 Provinsi, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 08.55
BNPB Tabur 5,6 Ton Garam Pancing Hujan di Titik Kebakaran Hutan
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 23.53
Update Karhutla: Hotspot di Kalbar Bertambah, Kalsel dan Kalteng Turun
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 19.11
Hotspot di Kalbar dan Kalteng Bertambah Lagi, Jarak Pandang 1-1,5 Km
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 20.35