Mengapa Prabowo Ingin Rumah di Indonesia Tak Lagi Pakai Seng?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5402047/original/007612500_1762235623-Presiden_Prabowo_usai_peresmian_stasiun_tanah_abang.jpg)
Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat Indonesia beralih dari atap seng ke genteng secara bertahap. Saat meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang pada 30 Juli 2026, Prabowo mengklaim seng mudah berkarat dan karat tersebut berpotensi menyebabkan penyakit paru-paru. Ia mencanangkan gerakan "gentengisasi" dan menyatakan genteng merupakan bagian tradisi hunian masyarakat Indonesia.
Selain soal atap, Prabowo menargetkan penanganan sampah di seluruh Indonesia selesai dalam satu tahun. Ia meminta pemerintah daerah menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta mendorong penanaman pohon ratusan juta batang. Kebersihan lingkungan disebutnya penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata.
Prabowo juga menekankan pentingnya pelestarian bangunan bersejarah, termasuk revitalisasi ratusan stasiun kereta api, sebagai upaya memperkuat pariwisata nasional. Ia berencana mendorong penggunaan energi listrik dan energi terbarukan pada transportasi, termasuk kereta api, truk, bus, mobil, dan motor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.20
Ini Alasan Prabowo Mau Jalankan Gentengisasi
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 20.00
Serukan Gentengisasi, Prabowo: Seng Berkarat Bikin Banyak Orang Muda Kena Kanker Paru-paru
CNN Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 17.58
Prabowo Bakal Kumpulkan Kepala Daerah di Jakarta Bahas Indonesia ASRI
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 16.07
Prabowo Targetkan Selesaikan Masalah Sampah di Indonesia dalam Satu Tahun
Berita terkait
Bicara Program ASRI, Menhut Ungkit Perintah Presiden Prabowo soal Bibit Unggul
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 18.50
Jumlah Wisman ke Indonesia Cetak Rekor Tertinggi Pascapandemi
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 16.30
Tarik Wisatawan, Prabowo Targetkan Masalah Sampah Tuntas dalam Setahun
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 15.51
Ekonom Beberkan 70% Tekanan Rupiah Bersumber dari Dalam Negeri
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 14.20