Mengapa Stasiun KA Pertama Ada di Sekitar Semarang Tapi Bengkel Pertama di Madiun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314384/original/001510000_1785744761-Opening_van_Halte_Tanggoeng_bij_Semarang__KITLV_3224.tiff.jpg)
Sejarah perkeretaapian Indonesia dimulai di Semarang. Jalur pertama dibangun oleh perusahaan swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867, menghubungkan Semarang hingga Tanggung. Stasiun pertama bernama Stasiun Samarang, terletak di Tambaksari. Semarang dipilih karena memiliki pelabuhan penting untuk mengangkut hasil perkebunan seperti gula, kopi, dan tembakau dari pedalaman.
Memasuki akhir abad ke-19, jaringan kereta api meluas ke Batavia, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Kertosono, hingga Surabaya. Kebutuhan perawatan pun berubah. Staatsspoorwegen (SS) memilih Madiun sebagai pusat bengkel karena posisinya strategis di jalur utama lintas selatan Jawa yang menghubungkan barat dan timur, serta memiliki lahan luas. Balai Yasa Madiun dibangun pada 1888 bersamaan dengan pembukaan jalur Solo–Madiun.
Balai Yasa Madiun berkembang menjadi pusat perawatan kereta api terbesar dan berperan penting hingga era modern, terkait dengan berdirinya PT INKA pada 1981. Meski begitu, Semarang tetap menjadi titik awal sejarah kereta api Indonesia, sementara Madiun menjaga agar perjalanan itu terus berjalan.
Bagikan
Berita terkait
Semarang Jadi Arena Perebutan Gelar Drift King of Mijen
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 15.12
Update: Area Terbakar TPA Jatibarang Tersisa 40 Persen
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 12.05
Kebakaran Mulai Terkendali, Asap Tebal Menyelimuti TPA Jatibarang
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 09.36
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas, 10 Hektare Lahan Terbakar
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 08.44