Mengayuh di Jakarta, Mencari Ruang yang Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9356686/original/066169600_1790217411-13878b5c-d532-45ac-afed-4f7db2cfcbb4.jpg)
Pengamatan di Jalan Salemba dan Galunggung menunjukkan jalur sepeda di Jakarta sering dihuni kendaraan bermotor dan parkir meski telah diberi tanda hijau dan simbol sepeda. Robert, seorang pecinta bersepeda, menyatakan jalur yang tidak sterit membuat penggunaan sepeda untuk aktivitas harian seperti ke kantor menjadi tidak aman. Ia menyarankan Pemprov DKI melibatkan komunitas sepeda dalam evaluasi dan memperbaiki infrastruktur. Rahmat juga menekankan pentingnya penegakan aturan dan perbaikan permukaan jalur. Mohtar, pengemudi ojek, mengakui kadang jalur digunakan kendaraan karena kepadatan lalu lintas. Di Jalan Ahmad Yani, jalur sepeda terlihat belum optimal karena sering ditempati motor. Azis Muslim dari UI memuji komitmen Jakarta menjaga jalur sepeda sebagai bagian dari tata kota inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menekankan perlunya konektivitas dengan transportasi umum seperti MRT dan TransJakarta. Penyediaan parkir sepeda yang aman menjadi kunci penting bagi penggunaan jalur secara masif.
Bagikan
- transportasi berkelanjutan
- jalur sepeda jakarta
- keselamatan pejalan kaki
- konektivitas transportasi
- infrastruktur sepeda
Berita terkait
Indomobil eMotor Sprinto Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 05.52
Pramono Targetkan LRT, KRL, danTransJ di Manggarai Terkoneksi Akhir September
kumparan · 16 September 2026 pukul 19.54
BYD M6 DM dan Mindset yang Berubah
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 06.53
Sejumlah Gunung Api Erupsi, Konektivitas Transportasi Harus Dijaga
Detik.com · 7 September 2026 pukul 10.33