Mengelola Transformasi Energi untuk Masa Depan Industri Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di New York, para pemimpin dunia membicarakan energi sebagai faktor kritis dalam konteks keamanan, volatilitas pasar, dan transisi energi. Energi terbarukan seperti matahari dan angin dianggap lebih aman dibanding bahan bakar yang tergantung jalur pasokan. Namun, pertumbuhan cepat energi terbarukan di Brasil menunjukkan tantangan jaringan yang belum mampu menyerap semua produksi, menyela di curtailment. Solusi seperti Battery Energy Storage System (BESS) menjadi kunci untuk menyimpan energi berlebih dan mendistribusikannya saat dibutuhkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 11.42
Wujud Komitmen Jaga Lingkungan, PT Bukit Muria Jaya Dorong Transisi Energi Terbarukan
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.57
Waka MPR Tekankan Pentingnya Percepat Realisasi Program PLTS 100 GW RI
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.52
Eddy Soeparno Bicara Urgensi Kebut Realisasi PLTS 100 GW di New York
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 17.44
Transisi Energi, Jerman Target Tak Lagi Pakai Bahan Bakar Fosil 2045
Berita terkait
Proyek 100 Giga Watt PLTS Tahap Awal Bakal Diresmikan di Tol Bali
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 10.45
PLN Resmi Kantongi Kesepakatan Rp3,3 Triliun, Buat Proyek Apa Saja?
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 14.00
PLN Garap PLTS 60 MWp-BESS 200 MWh di Sulawesi Tengah Rp 3,3 T
Detik.com · 24 September 2026 pukul 09.41
Schneider Electric Dorong Jaringan Listrik Bebas SF6 di Enlit Asia 2026
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.08