Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Desa Adat Sade: Penjaga Tradisi Suku Sasak

Desa Adat Sade di Lombok Tengah, NTB, adalah simbol pemeliharaan tradisi Suku Sasak di tengah modernisasi. Terletok di Rembitan, Kecamatan Pujut, desa ini diperkirakan ada sejak zaman Kerajaan Pejanggik dan telah dilalui oleh lebih dari 15 generasi masyarakat Sasak. Nama 'Sade' berasal dari bahasa Sasak yang berarti 'kesadaran' atau 'nyata', mencerminkan filosofi hidup yang selalu menghargai asal-usul dan jati diri.

Arsitektur rumah tradisional Bale Tani di Sade tidak berubah selama berabad-abad, sarat makna filosofis. Masyarakatnya juga mempraktikkan perkawinan antar sepupu untuk menjaga kemurnian garis keturunan dan melestarikan harta warisan. Tradisi menenun songket khas Sasak wajib dikuasai perempuan sebelum menikah, menjaga alur keahlian budaya tetap berkelanjutan.

Pada 22 Agustus 2026, kebakaran menyebabkan kerusakan signifikan di desa ini. Meski material bangunan rentan api, semangat gotong royong warga Sade (besiru) selalu membangun kembali sesuai pakem adat. Pemerintah NTB melalui Dinas Kebudayaan mulai menginventarisasi artefak budaya yang terdampak kebakaran.

Peristiwa ini diliput 5 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait