Mengenal September Effect dan Cara Menghadapi Volatilitas Pasar Saham-Kripto
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

September Effect adalah tren historis di pasar global pasar saham US dan kripto yang menunjukkan kinerja lemah di bulan September. Berdasarkan data CFRA dan Indeks S&P 500 sejak Perang Dunia II, September memiliki rata-rata imbal hasil terendah sekitar -0,78%. Untuk Bitcoin, data CoinGlass sejak 2013 menunjukkan rata-rata imbal hasil -3,5% dengan 8 kali mengakhiri bulan merah dalam periode 2013-2025. Penurunan ini dapat memicu volatilitas dan tekanan jual pada pasar altcoin. Namun, data historis tidak menjamin penurunan mutlak di setiap September.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 17.22
Mandiri Sekuritas Proyeksi Akhir Tahun IHSG Tembus 7.500, Tapi...
Warta Ekonomi · 3 September 2026 pukul 14.40
Bitcoin Hari Ini Turun 0,29%, Bertahan di Rp1,37 Miliar
kumparan · 3 September 2026 pukul 09.07
IHSG Dibuka Naik 0,56%, Bursa Asia Kompak Menguat
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.03
IHSG Dibuka Menguat 0,56% Pagi Ini, 315 Saham Naik
Berita terkait
IHSG Berpotensi Lebih Bergejolak di September, Level 6.230 Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 08.36
Harga Bitcoin Tembus Level Psikologis, Investor Waspada Volatilitas
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 13.50
Bitcoin Tembus US$80.000, Investor Diingatkan Jangan Asal Kejar Harga
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 19.55
Tren Penguatan IHSG Diprediksi Lanjut Hari Ini, Berpeluang Uji 6.635-6.666
SINDOnews · 3 September 2026 pukul 09.03