Jakarta · Sabtu, 29 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengenal Yayoi Kusama, Sang “Ratu Polkadot” yang Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun

Yayoi Kusama, seniman kontemporer Jepang yang dikenal dengan motif polkadot dan jaring, meninggal dunia pada usia 97 tahun. Lahir dari keluarga kaya dan konservatif pada 1929, Kusama mulai menghasilkan karya seni sejak usia 10 tahun. Pengalamannya melihat pola bunga merah yang menyebar di langit-langit dan tubuhnya menjadi inspirasi awal bagi gaya seninya yang unik. Setelah belajar seni di Jepang, ia pindah ke Amerika Serikat pada akhir 1950-an dan menjadi bagian dari gerakan avant-garde New York dengan dukungan dari Georgia O\u2019Keeffe. Sebagai perempuan Jepang, Kusama menghadapi diskriminasi di dunia seni yang didominasi laki-laki. Pada 1960-an, ia semakin dikenal melalui berbagai pertunjukan provokatif, termasuk body painting dan polkadot. Kusama juga mendirikan \u201cChurch of Self-Obliteration\u201d dan pernah memimpin pernikahan pasangan gay sebagai \u201cHigh Priestess of Polka Dots\u201d. Pada 1970-an, ia kembali ke Jepang dan tinggal di rumah sakit jiwa di Tokyo, di mana ia tinggal dan terus berkarya hingga akhir hayatnya. Kusama kembali populer pada 1980-an dan karyanya terus menarik perhatian internasional. Dikenai dengan rambut merah dan pakaian mencolok, ia dikenal karena kemampuannya menciptakan bahasa visual yang mudah dikenali. Karyanya sering terjual dengan nilai jutaan dolar. Sepanjang hidupnya, Kusama menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi dapat diubah menjadi karya seni yang ikonik.

Berita terkait