Mengintip Potensi Ekonomi Nelayan di Balik PLTS Pulau Sembur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9354126/original/046500600_1790008578-1001112084.jpg)
PLTS berkapasitas 1 MWp telah beroperasi di Pulau Sembur, Batam sejak 17 Agustus 2026. Proyek percontohan dari program PLTS 100 GW Presiden Prabowo Subianto ini menerapkan konsep 'productive use of energy', di mana listrik digunakan untuk menggerakkan produksi ekonomi masyarakat, khususnya sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian 90% penduduk setempat.
Energi surya ini mendukung fasilitas mesin es 4 ton/hari, cold storage 5 ton, dan penyediaan air bersih yang dikelola Koperasi Kelurahan Merah Putih Galang Baru. Fasilitas ini memungkinkan nelayan menyimpan hasil tangkapan lebih lama dan meningkatkan produktivitas. Proyek ini berpotensi menghemat BBM sekitar 877 liter per hari (estimasi Rp3,5-5 miliar per tahun) serta menciptakan 18-28 lapangan kerja baru bagi 50-100 nelayan.
Bagikan
Berita terkait
Pertamina Sabet 'Bakti Koperasi Pradana Nayaka' di Koperasi Awards 2026
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 23.25
Potret Sederhana Warga Pulau Sembur Merayakan Indonesia
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.15
Merdeka dari Ketergantungan Genset, PNRE-Kemenkop Kembangkan PLTS Pulau Sembur
JawaPos · 18 Agustus 2026 pukul 18.32
Pertamina NRE Hadirkan PLTS, Warga Pulau Sembur Rayakan HUT RI dengan Cara Berbeda
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 18.29