Mengubah Filantropi Menjadi Modal Katalis dalam Menghadapi Polikrisis Bencana
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia menghadapi 'polikrisis bencana' sepanjang 2026-2027, ditandai dengan rangkaian gempa bumi, erupsi gunung berapi, kebakaran hutan, serta ancaman El Niño. Fenomena ini menciptakan krisis yang saling memicu dan terjadi secara simultan, sehingga menuntut kapasitas respons yang lebih adaptif dibandingkan penanganan bencana tunggal.
Namun, pola filantropi saat ini masih bersifat reaktif dan bergantung pada siklus pemberitaan, yang memicu risiko 'disaster fatigue' atau kelelahan donor. Data Center for Disaster Philanthropy menunjukkan pendanaan masih terpusat pada bantuan darurat, sementara investasi untuk pengurangan risiko dan kesiapsiagaan masih sangat minim meskipun memiliki nilai ekonomi lebih besar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 22 September 2026 pukul 15.55
BMKG Ungkap Musim Hujan 2026/2027 Pendek, tapi Curah Hujan Lebih Besar
Berita terkait
PMI dan Krisis Kemanusiaan di Era Bencana
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 14.44
Deretan 11 Gunung Api Aktif Indonesia yang Erupsi di 2026, 5 Siaga dan 6 Waspada
JawaPos · 8 September 2026 pukul 23.15
BNPB Ungkap Ada 1.730 Bencana Alam di Indonesia
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 16.59
11 Gunung Api di RI Erupsi Sepanjang 2026, Ini Daftarnya
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 16.40