Mengubah Teror Geologis Menjadi Kemanusiaan Tanpa Batas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas dampak psikologis dan eksistensial dari gempa bumi, yang meruntuhkan asumsi manusia tentang stabilitas tanah tempat berpijak. Gempa dipandang bukan sekadar fenomena geologis pergeseran lempeng tektonik, melainkan peristiwa yang menunjukkan kerapuhan hidup manusia.
Penulis merefleksikan pengalaman pribadi saat gempa Nabire tahun 2004. Kenangan tersebut menekankan pada trauma dan suasana mencekam pascabencana, di mana warga terpaksa mengungsi dan tidur di luar rumah karena ancaman guncangan susulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 19.20
BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT, Terbesar Magnitudo 6,2
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.10
BNPB Sebut Tak Ada Lagi Laporan Warga Hilang Imbas Gempa NTT
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.39
Update Jumlah Korban Gempa NTT: 68 Meninggal Dunia, 213 Luka
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.32
Update Gempa M 7 NTT: Korban Jiwa 68 Orang, 213 Luka-luka
Berita terkait
Peduli Bencana NTT, Pertamina Patra Niaga Gelar Tebus Murah 8.100 Paket Sembako
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.13
Kementerian PU Identifikasi Kerusakan Imbas Gempa NTT
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 13.59
Sejumlah Menteri Upacara HUT Ke-81RI di NTT Pascagempa
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 09.52
Korban Gempa NTT Capai 53 Orang, Waka MPR Minta Semua Pihak Fokus Evakuasi
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.39