Mengubah Teror Geologis Menjadi Kemanusiaan Tanpa Batas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel ini membahas dampak psikologis dan eksistensial dari gempa bumi, yang meruntuhkan asumsi manusia tentang stabilitas tanah tempat berpijak. Gempa dipandang bukan sekadar fenomena geologis pergeseran lempeng tektonik, melainkan peristiwa yang menunjukkan kerapuhan hidup manusia.
Penulis merefleksikan pengalaman pribadi saat gempa Nabire tahun 2004. Kenangan tersebut menekankan pada trauma dan suasana mencekam pascabencana, di mana warga terpaksa mengungsi dan tidur di luar rumah karena ancaman guncangan susulan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.30
Bandara & Pelabuhan di NTT Tetap Beroperasi, Bisa untuk Kirim Bantuan
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 08.28
BMKG: 2.119 Gempa Bumi Susulan Terjadi di NTT
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 07.40
Gempa NTT Sudah Telan 68 Nyawa, Pemerintah Tegaskan Belum Butuh Bantuan Asing
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 04.46
HUT RI ke-81, Askrindo Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan di Flores NTT
Berita terkait
Kapan Gempa Megathrust Bakal Guncang Indonesia? Ini Kata Ahli
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.30
Mengenal Megathrust, Potensi Gempa dan Sebarannya di Indonesia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.55
Viral di Media Sosial Soal Megathrust, Begini Penjelasan Ahli
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.55
Gempa Megathrust Bawa Tsunami 40 Meter Dikira 3 Meter, 18.500 Tewas
CNBC Indonesia · 13 September 2026 pukul 09.15