Mengulur Ekonomi Kopi Jogja Lewat Falsafah Hamemayu Hayuning Bawono
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah DIY mendorong pengembangan industri kopi berbasis konsep sustainable investment yang merujuk pada falsafah Hamemayu Hayuning Bawono. Kopi dianggap sebagai peluang investasi yang menjaga keseimbangan hidup melalui tiga hubungan utama: manusia-Tuhan, manusia-lingkungan, dan antarmanusia. Pengembangan kopi mendukung kelestarian alam melalui konservasi tanah dan pengelolaan lahan berkelanjutan di kawasan lereng Gunung Merapi, memanfaatkan tanah vulkanik kaya mineral untuk menghasilkan kopi Arabika dan Robusta berkualitas tinggi. Sistem ini juga memperkuat pemberdayaan masyarakat petani melalui rantai pasok kopi lokal yang mengalirkan kesejahteraan ke tingkat terpenuh, mendorong kemandirian ekonomi, serta memperkuat ekosistem usaha lokal.
Bagikan
- ekonomi kopi
- investasi berkelanjutan
- hamemayu hayuning bawono
- konservasi lingkungan
- pemberdayaan masyarakat
Berita terkait
PGN Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal untuk Perkuat Kemandirian Desa
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 20.04
Relawan Bakti BUMN 2026 di Tidore, Wujud Sinergi Antar BUMN Dukung Kemandirian Masyarakat Berbasis Potensi Lokal
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 15.08
Sinergi Pemda Halut & NHM Lahirkan Panen Raya Ikan Nila, Bukti Nyata Pemberdayaan Desa
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 12.05
Lewat Relawan Bakti BUMN, Pupuk Kaltim Turut Berdayakan Masyarakat di Nagari Kumango
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 21.31