Menhut Klaim Hotspot Kalbar Turun Jadi 28 Titik, Asap Belum Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan jumlah hotspot di Kalimantan Barat (Kalbar) turun menjadi 28 titik, berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan per Senin (23/8) pukul 23.59 WITA. Distribusinya meliputi 16 titik di Ketapang, 11 di Melawi, dan 1 di Kubu Raya. Namun, data BNPB pada Sabtu (22/8) mencatatkan 198 hotspot di wilayah yang sama, menunjukkan adanya perbedaan metodologi antar lembaga. Meski hotspot menurun, Menhut mengakui bahwa masalah asap belum selesai karena karakteristik lahan gambut yang menyebabkan pembakaran tidak sempurni dan asap tetap terlihat di lokasi yang pernah terbakar. Penurunan ini didukung oleh operasi di darat dan kolaborasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, serta relawan. Secara nasional, pusat hotspot bergeser dari Kalimantan ke Sumatera, dengan Sumatera Selatan mencatat 127 titik, Riau 54, dan Jambi 47. Menhut menekankan bahwa data lapangan sangat dinamis dan sulit diprediksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.31
Hotspot Karhutla di Kalbar Turun jadi 28 Titik, Kini Bergeser ke Sumatera
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 20.29
Satelit NASA Pantau Ribuan Titik Panas di Kalimantan Barat
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 19.08
BNPB Sebut 38.310 Hektare Lahan di Kalimantan Barat Terbakar
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 07.35
Total Luas Karhutla di Indonesia 72.798 Ha, Paling Besar di Kalbar
Berita terkait
BNPB Ungkap Ada 198 Hotspot di Kalimantan Barat
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 13.03
BNPB Temukan 198 Titik Api di Kalbar, Terbanyak di Ketapang
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 12.50
BMKG: Asap karhutla Kalimantan Terbawa Angin sampai Negara Tetangga
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.31
Karhutla Kalimantan Kian Masif, BMKG Ungkap Alasan Asap Tembus Negara Tetangga
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.31