Menilik Kisah Cinta dan Peran Ratna Dewi di Sisi Sukarno
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratna Sari Dewi, istri keenam Presiden Sukarno, turun ke Istana Merdeka pada 17 Agustus untuk mengikuti upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Ia terkejut melihat banyaknya perubahan bangunan istana dibandingkan masa lalu. Lahir di Tokyo pada 6 Februari 1940 dengan nama asli Naoko Nemoto, Dewi berasal dari keluarga sederhana dan pernah bekerja sebagai pramuniaga sebelum terjun ke dunia seni. Pada 16 Juni 1959, ia bertemu dengan Sukarno di Hotel Imperial, kemudian diundang ke Indonesia dan pada 3 Maret 1962 resmi menjadi istri Sukarno. Di balik kecantikannya, Dewi dikenal piawai bernegosiasi dan berperan penting dalam mendukung karier seni Sukarno, termasuk melakukan lobi di Jepang pada 1964 untuk menerbitkan koleksi lukisnya. Ia juga mendirikan Komunitas Nadeshiko untuk wanita Jepang yang menikah dengan orang Indonesia. Setelah kematian Sukarno pada 1970, Dewi menerbitkan sembilan surat kepada Soeharto yang dilarang pemerintah Orde Baru hingga akhirnya terpublikasi pada 1998. Saat ini, Dewi tinggal di Jepang dan aktif sebagai pengusaha perhiasan dan kosmetik serta tampak di TV Jepang.
Bagikan
Berita terkait
Cerita di Balik Seringnya Megawati Teriak Merdeka
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 21.59
AS, Mesir, hingga Polandia Sampaikan Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.16
Sembilan Bulan di Hutan Irian Barat, Kisah Veteran Perintis Kemerdekaan Hendrik Unwaru
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.40
Megawati: Kader yang Takut Sebut Nama Bung Karno, Saya Pecat
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.27