Menteri Jumhur Dorong Industrialisasi Hijau, Pengembangan EV Jangan Cuma Fokus Ganti Mesin
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyoroti pentingnya pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) sebagai bagian dari transformasi ekonomi hijau Indonesia. Pengembangan EV tidak boleh hanya fokus pada penggantian mesin berbahan bakal fosil, melainkan mencakup riset, rantai pasok, industri baterai, hingga pengelolaan dan daur ulang berbasis ekonomi sirkular. Saat ini, populasi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 274.800 unit dari total 172,9 juta kendaraan bermotor, atau 0,16 persen. Menteri juga memuji PT VKTR Sakti Industries sebagai pabrik perakalan kendaraan komersial listrik berbasis CKD yang memperkuat kapasitas manufaktur nasional, meningkatkan efisiensi energi, dan mempercepat transfer teknologi. Namun, pengembangan industri EV memerlukan kesiapan sosial, pelibatan tenaga kerja lokal, serta penerapan keselamatan kerja dengan prinsip zero accident, seperti yang terlihat dari aksi protes di Subang terkait minimnya partisipasi tenaga kerja lokal.
Bagikan
Berita terkait
iGreen+ Menargetkan 200 SPKLU Beroperasi hingga Akhir Tahun
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 10.32
VinFast Indonesia dan Danamon Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di RI
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.40
Perkuat Ekosistem EV Indonesia, Danamon dan VinFast Jalin Kemitraan Pembiayaan Dealer
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 20.11
iCAR Incar 100 SPK di GIIAS Surabaya, Andalkan V23 dan V27
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 20.40