Menteri LH Ingin Indonesia Jadi Pemimpin Ekonomi Berbasis Keanekaragaman Hayati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menegaskan Indonesia harus menjadi pemimpin dalam pengembangan ekonomi berbasis keanekaragaman hayati. Ia menekankan kekayaan biodiversitas Indonesia harus memberikan manfaat nyata bagi bangsa dan masyarakat, serta jangan sampai ditentukan oleh pihak lain. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah dan harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku dalam negeri. Dalam keterangannya pada Rabu (29/7), Menteri Jumhur menyatakan keinginan agar Indonesia menjadi pelaku utama dalam ekonomi hijau yang sedang tumbuh. Pemerintah terus mendorong keterlibatan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Langkah ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 dan komitmen Indonesia terhadap Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF). Menteri Jumhur juga mengajak perusahaan di Indonesia untuk membangun kapasitas dalam memahami isu perubahan iklim, keanekaragaman hayati, dan instrumen ekonomi lingkungan. Salah satu instrumen yang tengah dikembangkan adalah Biodiversity Credit sebagai mekanisme pembiayaan untuk mendukung investasi berbasis alam dengan tata kelola yang berintegritas, adil, dan akuntabel.
Bagikan
Berita terkait
Eddy Soeparno: Ekonomi Karbon Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Baru RI
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 14.17
Kadin Jabar Dorong Ekosistem Molinas Perkuat Industri Kendaraan Listrik
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 13.38
Eddy Soeparno Puji Pidato Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Karbon
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 09.08
Eddy Soeparno Apresiasi Perhatian Prabowo Terhadap Ekonomi Karbon, Ini Harapannya
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 08.39