Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Menteri LH Ungkap Upaya Nyata RI Tekan Perubahan Iklim di Forum PBB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jumhur Hidayat menghadiri Climate Summit PBB 2026 di New York, Amerika Serikat, untuk menyampaikan komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim. Dalam sesi Interactive Leaders Dialogue, Jumhur menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus berjalan paralel, sekaligunanya dengan prinsip keadilan transisi iklim. Indonesia menyampaikan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) sebagai langkah menuju pencapaian net-zero emissions pada 2060 atau lebih cepat, didukung oleh aksi lintas sektor seperti pengurangan emisi metana, dekarbonisasi industri, pengembangan energi surya, dan penerapan B50.

Climate Summit 2026, yang dibuka oleh Sekretaris Jeneral PBB António Guterres, dihadiri oleh para pemimpin global termasuk Presiden Turki, Perdana Menteri Australia, dan Perdana Menteri Barbados. Fokus utama summit adalah mempercepat penurunan emisi, memperluas pembiayaan iklim yang terjangkau untuk negara berkembang, serta memperkuat adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Indonesia menekankan pentingnya pembiayaan iklim yang sesuai dengan kebutuhan implementasi NDC dan Rencana Adaptasi Nasional (NAP), termasuk dukungan untuk kehilangan dan kerusakan (loss and damage).

Indonesia juga menonjolkan pengurangan emisi metana sebagai aksi iklim yang memberi manfaat langsung, mengingat metana menyumbang 18,12 persen dari total emisi gas rumah kaca nasional pada 2022. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menggabungkan mitigasi dengan adaptasi, termasuk pengembangan Giant Sea Wall dan pelindungan ekosistem mangrove untuk menghadapi kenaikan muka air laut. Menjelang COP31 di Antalya, Indonesia mendorong pelaksanaan kredibel terhadap New Collective Quantified Goal on Climate Finance dan peningkatan multilateralisme yang menghasilkan manfaat nyata bagi negara rentan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait