Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Menteri Lingkungan Hidup Akui Keterbatasan Sumber Air Hambat Upaya Pemadaman Karhutla

Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat mengakui keterbatasan sumber air akibat kemarau menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Kota Banjarbaru. Saat melakukan inspeksi langsung, Jumhur menyatakan bahwa kesulitan akses air di lokasi kebakaran memperlambat proses pendinginan lahan gambut yang sudah terbakar. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sumur bor dengan kedalaman 40 hingga 50 meter di kawasan rawan Karhutla sebagai solusi jangka panjang. Sementara itu, pemerintah juga menyiagakan fasilitas kesehatan untuk mencegah lonjakan kasus penyakit akibat asap dan mendukung kegiatan salat istisqa untuk memohon hujan. Jumhur menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi pembakaran hutan dan lahan, dengan 72 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian dari 9 Polda, dan 42 perusahaan di Kalimantan terindikasi berkontribusi pada titik api, termasuk 11 perusahaan yang diduga kuat melakukan pembakaran langsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait