Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Menteri Mukhtarudin: Bonus Demografi Harus Diubah Jadi Kekuatan SDM Global

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi di Kalimantan Tengah untuk memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) guna memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri. Hal ini disampaikan dalam sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri (P3KLN) secara daring pada Selasa (22/9). Mukhtarudin menekankan bahwa bonus demografi Indonesia dapat menjadi kekuatan jika diikuti dengan peningkatan kualitas SDM, sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan politik.

Program SMK Go Global, bagian dari Asta Mandala SMK Go Global, menargetkan penyiapan 500.000 calon pekerja migran terampil hingga 2029, terdiri dari 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum. Target ini dilaksanakan secara bertahap: 40.000 orang pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029. Pendekatan demand-driven digunakan, di mana penyiapan tenaga kerja dimulai dari pemetaan kebutuhan pasar kerja di negara tujuan.

Mukhtarudin menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja di luar negeri. Ia mengingatkan agar masyarakat memilih jalur penempatan yang resmi dan prosedural melalui Disnaker, KP2MI, dan penempatan yang prosedural untuk memastikan hak dan perlindungan negara. Program mencakup berbagai bidang pekerjaan seperti caregiver, welder, hospitality, perawat, dan manufaktur sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait