Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Merdeka dari Kerentanan Bencana

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, merenggut 47 nyawa dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BMKG berhasil menerbitkan peringatan dini tsunami dalam waktu 2 menit 16 detik berkat sistem InaTEWS yang didukung ratusan stasiun seismograf otomatis—hasil pembelajaran dari tragedi tsunami Aceh dan Pangandaran.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa teknologi saat ini belum mampu memprediksi kapan, di mana, dan seberapa besar gempa akan terjadi. Namun, kecerdasan buatan (AI) dapat berperan penting dalam mempercepat penyebaran peringatan, memetakan wilayah rentan, serta menganalisis kerusakan pasca-bencana. Australia telah membuktikan hal ini dengan menguji model AI untuk deteksi kebakaran hutan yang mengungguli sistem resmi dengan peningkatan akurasi 10-30 persen.

Berdasarkan World Risk Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia untuk risiko bencana dengan skor 39,80. Dengan 177 kejadian tsunami sepanjang tahun 1629-2018, artikel ini menekankan bahwa Indonesia perlu membangun teknologi AI mitigasi bencananya sendiri yang dilatih dari data seismik dan karakter geologis nasional, alih-alih menjadi pengguna pasif sistem buatan negara lain.

Berita terkait