Merek Mobil China Makin Gencar di Pasar RI, Ini Respons Toyota
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pasar otomotif Indonesia semakin kompetitif dengan masuknya merek-merek mobil asal China, khususnya di segmen kendaraan elektrifikasi. Toyota-Astra Motor (TAM) menyatakan apresiasi atas kehadiran kompetitor baru yang menambah pilihan teknologi bagi konsumen. Marketing Director TAM, Bansar Maduma, menekankan bahwa kehadiran merek China justru mendorong persaingan sehingga Toyota terus meningkatkan kualitas produknya. Menurutnya, penjualan Toyota tidak tertekan karena terus mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Toyota tetap mempertahankan posisinya di pasar elektrifikasi dengan pangsa pasar sebesar 23% hingga Agustus 2026. Dukungan utama datang dari model hybrid seperti Kijang Innova Zenix Hybrid dan Veloz Hybrid EV. Veloz Hybrid EV mencatat penjualan sekitar 2.000 unit per bulan, sementara Zenix Hybrid juga mencatat penjualan SPK di atas 2.000 unit. Secara keseluruhan, kombinasi penjualan model hybrid Toyota masih menempati posisi pertama di pasar.
Bansar menilai kehadiran merek China tidak selalu menggerogoti basis konsumen Toyota. Sebagian konsumen justru mendapatkan pilihan tambahan sesuai preferensi teknologi tertentu. Menurutnya, merek China tidak secara langsung menyasar pelanggan yang sudah ada pada Toyota, melainkan menawarkan alternatif baru bagi konsumen Indonesia yang ingin mengeksplorasi berbagai teknologi kendaraan.
Bagikan
Berita terkait
Mobil China di RI Makin Ganas: BYD Salip Honda, Jaecoo-Geely Mengancam
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 14.53
Toyota GR Supra Ditunjuk sebagai Pace Car Resmi NASA 2026
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 17.09
Penjualan Mobil Bensin Turun-BEV Naik, Bos Toyota Cuma Bilang Gini
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 14.15
Dulu Dilarang, Kini Trump Persilakan China Bikin Mobil di AS dengan Syarat
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 08.55