Meski Menyusut, Kondisi Air di Waduk Jatiluhur masih Aman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tinggi muka air (TMA) Waduk Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, saat ini berada di angka 96,33 meter, sekitar 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah. Meski demikian, masih tersedia cadangan air sekitar 11 meter sebelum mencapai batas bawah operasi yakni 87,5 meter. General Manager Wilayah IV Perum Jasa Tirta II (PJT II), Anom Soal Herudjito, menyatakan bahwa ketersediaan air masih dalam kondisi terkendali dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan hingga akhir 2026.
Berdasarkan simulasi neraca air yang dilakukan setiap dua minggu, cadangan air yang tersedia hingga 31 Desember 2026 diperkirakan mencapai sekitar 3,6 miliar meter kubik. Komponen cadangan tersebut meliputi volume efektif saat ini sebesar 1,25 miliar meter kubik, tambahan aliran Sungai Citarum sekitar 1,97 miliar meter kubik, dan sumber air setempat sebesar 374 juta meter kubik. Dengan demikian, meski terdapat penyusutan TMA, ketersediaan air dianggap masih mencukupi untuk kebutuhan yang ada.
Kebutuhan air yang harus dipenuhi meliputi sektor irigasi sebesar 1,95 miliar meter kubik, serta kebutuhan untuk PDAM dan industri sekitar 708 juta meter kubik. Setelah memperhitungkan seluruh pasokan dan kebutuhan tersebut, neraca air masih menunjukkan kelebihan sebesar 976 juta meter kubik. Hal ini menjadi dasar PJT II dalam mengatur pengeluaran air dari Waduk Jatiluhur selama musim kering yang akan datang.
Bagikan
Berita terkait
PAM JAYA Pastikan Pasokan Air Baku Waduk Jatiluhur Aman hingga Akhir 2026
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.48
PAM Jaya Pastikan Pasokan Air Jakarta dari Waduk Jatiluhur Tetap Aman di Tengah Kemarau
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 15.17
3.233 Hektare Sawah di Lamongan Diselamatkan dari Dampak El Nino
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 16.59
Selamatkan 18,6 Ha Sawah di Sumbawa, 25 Ribu Liter Air Irigasi Disalurkan
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 15.14