Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Mikroplastik Terhirup, Benarkah Bisa Picu Kanker Paru-paru?

Mikroplastik dan nanoplastik, partikel hasil penguraian plastik berukuran kecil, tersebar di udara, air, dan makanan. Partikel ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan, konsumsi air dan makanan, serta kontak kulit. Plastik yang tidak mudah terurai di lingkungan akan meluruh menjadi partikel mikro (kurang dari 5 mm) dan nano (1-1000 nm), yang kemudian dapat masuk ke rantai makanan atau langsung terhirup. Di atmosfer, mikroplastik dapat terbawa angin dan turun bersama partikel udara, meningkatkan risiko paparan pernapasan.

Paparan mikroplastik dikaitkan dengan peradangan, kerusakan DNA, gangguan metabolisme lipid, dan gangguan usus. Beberapa studi awal juga menyoroti kemungkinan keterkaitan dengan kanker paru-paru, payudara, kolorektal, dan prostat. Namun, bukti langsung hubungan mikroplastik dengan kanker paru-paru pada manusia belum cukup kuat dan masih memerlukan penelitian lanjutan. Mikroplastik belum diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh otoritas kesehatan internasional.

Upaya mengurangi paparan mikroplastik meliputi menghindari pembakaran plastik, tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik, menggunakan kemasan kaca atau aluminium foil, mengurangi penggunaan kain sintetis, dan meningkatkan ventilasi serta penggunaan air cleaner dengan filter HEPA. Pembersihan rumah dengan kain lembap juga dapat mengurangi partikel yang beterbangan di udara.

Berita terkait