Mikroplastik Terhirup, Benarkah Bisa Picu Kanker Paru-paru?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mikroplastik dan nanoplastik, partikel hasil penguraian plastik berukuran kecil, tersebar di udara, air, dan makanan. Partikel ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui pernapasan, konsumsi air dan makanan, serta kontak kulit. Plastik yang tidak mudah terurai di lingkungan akan meluruh menjadi partikel mikro (kurang dari 5 mm) dan nano (1-1000 nm), yang kemudian dapat masuk ke rantai makanan atau langsung terhirup. Di atmosfer, mikroplastik dapat terbawa angin dan turun bersama partikel udara, meningkatkan risiko paparan pernapasan.
Paparan mikroplastik dikaitkan dengan peradangan, kerusakan DNA, gangguan metabolisme lipid, dan gangguan usus. Beberapa studi awal juga menyoroti kemungkinan keterkaitan dengan kanker paru-paru, payudara, kolorektal, dan prostat. Namun, bukti langsung hubungan mikroplastik dengan kanker paru-paru pada manusia belum cukup kuat dan masih memerlukan penelitian lanjutan. Mikroplastik belum diklasifikasikan sebagai karsinogen oleh otoritas kesehatan internasional.
Upaya mengurangi paparan mikroplastik meliputi menghindari pembakaran plastik, tidak memanaskan makanan dalam wadah plastik, menggunakan kemasan kaca atau aluminium foil, mengurangi penggunaan kain sintetis, dan meningkatkan ventilasi serta penggunaan air cleaner dengan filter HEPA. Pembersihan rumah dengan kain lembap juga dapat mengurangi partikel yang beterbangan di udara.
Bagikan
Berita terkait
Apakah Aman Pakai Ulang Botol Minum Plastik Sekali Pakai?
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 21.04
Waspada! Talenan Plastik Tergores Bisa Paparkan Mikroplastik
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 19.15
Tingkatkan Kesiapan AI Dukung Kapasitas Layanan Kesehatan
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.35
Konser Kotak di Kota Tua Dilempari Gas Misterius, Tantri Alami Sesak Napas
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 21.13