Miris, Mutu Udara di Palangka Raya Masuki Level Berbahaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mutu udara di Palangka Raya mencapai level berbahaya akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam 8 bulan, korban kecelakaan kapal meninggal atau hilang mencapai 442 orang. PM 25 terukur mencapai 290,2 pada 06.00 WIB, masuk kategori berbahaya. BPBD mencatat 298 kejadian karhutla dari 1 Juni hingga 19 Agustus 2026, menyebabkan 261,41 hektare lahan terbakar. Kecamatan Jekan Raya mendominasi dengan 188 kejadian, diikuti Sabangau 68 kali. Asap karhutla mengganggu kesehatan, menurunkan kualitas udara, menghambat jarak pandang, dan mengganggu aktivitas transportasi. Pemerintah bersama masyarakat diminta segera melaporkan titik api dan mencegah potensi kebakaran lahan gambut yang menghasilkan asap pekat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.17
Kendala Pemadaman Karhutla Kalteng: Sumber Air Jauh, Selang Terbatas
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.34
Ada 298 Karhutla di Palangka Raya Sejak Juni, 261,41 Ha Lahan Terbakar
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 12.45
Karhutla di Kalteng Seluas 148 Hektare, Picu ISPA Sampai 66 Ribu Kasus
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 14.46
Penundaan jam masuk kegiatan belajar mengajar akibat kabut asap di Palangka Raya
Berita terkait
Perjuangan Petugas Jinakkan Karhutla di Kalteng, Sampai Tidur di Tanah
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 11.08
BPBD Catat 936 Hektare Hutan dan LahanTerbakar di Kaltim
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.20
BPBD Catat 936 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar di Kaltim
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 09.20
Karhutla Kalteng: 298 Kasus di Palangka Raya, Penerbangan Dibatalkan
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.51