Jakarta · Kamis, 27 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Misi Penyelamatan Teleskop Swift NASA Gagal, Wahana LINK Bermasalah di Orbit

NASA menghentikan misi penyelamatan senilai US$30 juta untuk Neil Gehrels Swift Observatory setelah wahana robotik LINKmengalami masalah kendali sistem attitude control di orbit pada akhir Juli 2026. LINK diluncurkan pada 3 Juli 2026 menggunakan roket Pegasus XL untuk mendekati Swift, menangkapnya dengan lengan robotik, dan menaikkan orbit teleskop agar operasionalnya dapat diperpanjang. Upaya tim Katalyst Space Technologies untuk memperbaiki kendali melalui pembaruan perangkat lunak sempat menunjukkan perkembangan, namun akhirnya tidak dapat menyelesaikan tahap penangkapan dan pendorongan Swift ke orbit yang lebih tinggi. NASA dan Katalyst mengumumkan pada 19 Agustus 2026 bahwa tujuan utama misi tidak dapat dilanjutkan. Tanpa bantuan LINK, Swift diperkirakan akan terus kehilangan ketinggian dan memasuki kembali atmosfer Bumi pada akhir 2026. Teleskop yang diluncurkan pada 2004 ini telah beroperasi jauh melampaui desain aslinya yang hanya dua tahun, namun aktivitas Matahari yang meningkat mempercepat penurunan orbitnya akibat hambatan atmosfer yang lebih besar. Kegagalan ini mencerminkan pendekatan baru NASA di bawah Administrator Jared Isaacman yang memberikan kontrak kepada Katalyst pada September 2025 untuk merancang dan meluncurkan LINK dalam waktu kurang dari setahun. Isaacman menyebut misi ini sebagai upaya berisiko tinggi dengan potensi hasil besar, dan teknologi yang diuji dapat menjadi dasar untuk kemampuan layanan satelit di masa depan. NASA masih akan menggunakan LINK untuk melakukan operasi rendezvous dan proximity dengan Swift untuk mengumpulkan data yang dapat meningkatkan kemampuan penyelamatan satelit di masa depan.

Berita terkait