Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mitos vs Fakta Megathrust, Pakar Beri Jurus Selamat dari Gempa-Tsunami

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menegaskan bahwa megathrust adalah zona subduksi atau pertemuan lempeng tektonik, bukan nama gempa. Kehadirannya tidak berarti gempa besar akan segera terjadi karena prediksi waktu gempa belum bisa dilakukan secara tepat. Selain itu, tidak semua gempa megathrust otomatis memicu tsunami; potensi tsunami bergantung pada faktor seperti mekanisme patahan, lokasi pusat gempa, kedalaman, dan deformasi dasar laut.

Daryono mengingatkan masyarakat untuk menghadapi ancaman megathrust dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan, bukan kepanikan. Peristiwa Tsunami Pangandaran pada 17 Juli 2006 menjadi contoh, di mana gempa magnitudo 7,7 memicu tsunami yang menewaskan lebih dari 668 orang. Gempa ini merupakan 'tsunami earthquake' yang menghasilkan tsunami besar meski guncangannya relatif lemah di daratan.

Tanda-tanda alam seperti gempa yang berlangsung cukup lama, air laut surut tiba-tiba, atau suara gemuruh dari laut harus dikenali untuk evakuasi cepat. Risiko bencana dapat ditekan melalui pembangunan bangunan tahan gempa, jalur evakuasi, penataan ruang berbasis risiko, edukasi, dan simulasi. Kesiapsiagaan sebelum bencana adalah kunci untuk mengurangi korban.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait