Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Karhutla, Kesultanan Kutai Gelar Salat Istisqa

Kesultanan Kutai Kartanegara menggelar Salat Istisqa di halaman Kedaton, Tenggarong, pada Rabu (16/9/2026), sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan spiritual menjelang Pesta Adat Erau “Raja Menjamu Rakyatnya” 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 20–27 September. Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyatakan bahwa Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk doa bersama untuk memohon hujan agar kondisi kekeringan dan kebakaran dapat diatasi.

Sebelumnya, kondisi kemarau dan karhutla turut mempengaruhi kualitas udara. Pada 31 Agustus 2026, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, mencapai 162, masuk kategori tidak sehat, dan dikaitkan dengan kabut asap akibat kebakaran. Tim gabungan telah melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul. Di beberapa wilayah, termasuk di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), kebakaran lahan dan lahan gambut sempat meluas, sehingga asap juga terbawa angin ke wilayah seperti Riau.

Setelah pelaksanaan Salat Istisqa, hujan ringan turun di sejumlah bagian Tenggarong, namun intensitas dan area yang terjangkau masih terbatas. Bupati Aulia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran, sekaligus berharap hujan segera turun secara merata untuk membantu mengurangi dampak kemarau dan mendukung kelancaran perayaan adat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait