MRT Jakarta Fase 2A Butuh Pasokan 150 kV, PLN Siapkan Dua Gardu Tambahan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menyiapkan dua sumber pasokan listrik tambahan untuk mendukung operasional MRT Jakarta Fase 2A. Dua gardu induk baru, yaitu Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear (GIS) Menteng, akan melengkapi Gardu Induk Pondok Indah dan CSW yang selama ini menopang MRT Jakarta Fase 1. Pasokan listrik ini diperlukan karena seluruh jalur Fase 2A berada di bawah tanah dengan kedalaman hingga 28 meter.
MRT Jakarta Fase 2A akan menggunakan pasokan listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) yang kemudian diturunkan menjadi 20 kV untuk kebutuhan stasiun dan operasional kereta. Kebutuhan listrik tidak hanya untuk menggerakkan kereta, tetapi juga untuk seluruh ekosistem MRT seperti persinyalan, sistem komunikasi, pendingin stasiun, eskalator, dan lift. Dengan tujuh stasiun bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi krusial untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna.
Empat sumber pasokan listrik ini akan mendukung lintas utara-selatan dari Lebak Bulus hingga Kota dengan total 20 stasiun. Segmen MRT Jakarta Fase 2A hingga Monas ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Dukungan PLN telah berlangsung sejak Fase 1 dan kini diperluas untuk menopang pengembangan jalur berikutnya, sejalan dengan kebijangan pemerintah untuk pengembangan transportasi massal berbasis listrik di Jakarta.
Bagikan
Berita terkait
Akses MRT Koridor Timur-Barat Mulai Dibidik Pengembang
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.07
MRT Jakarta Fase 2A Tembus 62,68 Persen, Terowongan Bundaran HI-Kota Sudah Tersambung
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 12.13
Menyusuri Lorong Bawah Tanah MRT Jakarta
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 06.45
Catat! Ini Rekayasa Lalu Lintas Imbas Proyek Stasiun MRT Glodok dan Kota
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 11.15