Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

MUI Gandeng AMREI Membangun Kinerja Organisasi Berbasis Risiko

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) dan Manajemen Risiko Asosiasi Energi Indonesia (AMREI) mengadakan pelatihan dua hari tentang pembangunan kinerja organisasi berbasis risiko. Pelatihan ini merupakan bagian dari Pilar Tata Kelola Pengurus Pusat MUI dan dibuka oleh Wakil Sekjen MUI Bidang Ekonomi, Hazuarli Halim, di Kantor MUI pusat pada Jumat, 7 Agustus 2026. Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan ini yang didukung oleh JASINDO, ACA Asuransi, ISDF MUI, dan LPPOM MUI.

Hazuarli Halim menekankan pentingnya manajemen risiko bagi MUI yang masih kekurangan sumber daya manusia, namun perlu membuat keputusan yang tepat dan efektif demi kepentingan umat. Menurutnya, materi dari pelatihan ini tidak hanya berguna untuk manajemen dan organisasi MUI, tetapi juga dapat ditransfer ke berbagai kepentingan di luar MUI.

Ketua LPEU MUI, Mukhaer Pakkanna, menyampaikan bahwa pelatihan ini penting karena berkaitan dengan manajemen risiko dan strategi. Ia menjelaskan bahwa tujuannya adalah mempelajari pembuatan manajemen strategi, termasuk pengukuran kinerja dan target, serta mitigasi risiko. Menurutnya, salah satu kelemahan utama adalah kesulitan dalam mengorganisir hal-hal yang sudah diprogram.

Berita terkait