Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Muktamar NU Berakhir Teduh, Gus Ipul: Kalah Terhormat, Menang Bermartabat

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang berakhir dengan damai. Ketua Panitia Muktamar ke-35, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa proses pemilihan kepemimpinan baru PBNU berjalan tertib dan sesuai tahapan. Hasilnya, lanjutnya, yang paling penting adalah para peserta yang kalah tetap terhormat, sementara yang menang bermartabat. Muktamar menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun mendatang.

Gus Ipul menilai sistem pemilihan yang diterapkan mampu menekan ketegangan kompetisi sekaligus mengembalikan semangat musyawarah dan tradisi organisasi NU. Ia berharap pola ini tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga diteruskan hingga ke tingkat wilayah, cabang, ranting, dan anak ranting. Setelah Muktamar, penyusunan struktur kepengurusan penuh menjadi kewenangan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih bersama tim formatur, dengan target penyelesaian akhir bulan Oktober 2026.

Dalam kesampaiannya, Gus Ipul juga menekankan pentingnya memperkuat jemaah, memberikan perhatian khusus kepada generasi muda NU, serta memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih rapi, transparan, dan efisien. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa NU semakin solid dan memperkuat kontribusinya bagi bangsa, kemanusiaan, dan pembangunan peradaban.

Berita terkait