Muktamar NU Berakhir Teduh, Gus Ipul: Kalah Terhormat, Menang Bermartabat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang berakhir dengan damai. Ketua Panitia Muktamar ke-35, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyatakan bahwa proses pemilihan kepemimpinan baru PBNU berjalan tertib dan sesuai tahapan. Hasilnya, lanjutnya, yang paling penting adalah para peserta yang kalah tetap terhormat, sementara yang menang bermartabat. Muktamar menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode lima tahun mendatang.
Gus Ipul menilai sistem pemilihan yang diterapkan mampu menekan ketegangan kompetisi sekaligus mengembalikan semangat musyawarah dan tradisi organisasi NU. Ia berharap pola ini tidak hanya berlaku di tingkat pusat, tetapi juga diteruskan hingga ke tingkat wilayah, cabang, ranting, dan anak ranting. Setelah Muktamar, penyusunan struktur kepengurusan penuh menjadi kewenangan Rais Aam dan Ketua Umum terpilih bersama tim formatur, dengan target penyelesaian akhir bulan Oktober 2026.
Dalam kesampaiannya, Gus Ipul juga menekankan pentingnya memperkuat jemaah, memberikan perhatian khusus kepada generasi muda NU, serta memanfaatkan teknologi untuk mewujudkan tata kelola organisasi yang lebih rapi, transparan, dan efisien. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa NU semakin solid dan memperkuat kontribusinya bagi bangsa, kemanusiaan, dan pembangunan peradaban.
Bagikan
Berita terkait
Gus Ipul Layangkan Kritik Pedas usai Cak Imin Sebut NU Terpuruk di Tangan Alumni HMI
JawaPos · 2 September 2026 pukul 18.00
Harapan Kapolri ke Gus Kikin-Kiai Miftach usai Terpilih Pimpin PBNU
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 15.51
Presiden Prabowo Nagih Utang ke Gus Yahya, Yang Melunasi Gus Kikin
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 00.00
Sarmuji Beri Pesan untuk Gus Kikin, Harap PBNU Kembali Guyub dan Adem
JPNN.com · 31 Agustus 2026 pukul 12.37