Muncul Fenomena Ramai Warga RI Tawarkan Take Over KPR Murah di Medsos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Fenomena penawaran take over KPR murah semakin marak di media sosial. Sejumlah pemilik rumah menawarkan pengalihan kredit dengan harga jauh di bawah biaya yang telah dikeluarkan selama masa cicilan. Mereka mengaku membutuhkan dana cepat atau sedang dalam kondisi keuangan terdesak. Penawaran tersebut tersebar di berbagai kawasan seperti Grand Duta City Bekasi, Pondok Ungu Bekasi, dan Gunung Sindur Bogor. Harga take over bervariasi, mulai dari Rp35 juta hingga Rp49 juta, meskipun rumah tersebut sudah dilengkapi fasilitas tambahan seperti canopy, pagar, dan AC. Pemilik rumah juga menawarkan harga di bawah nilai buku karena ingin cepat menyelesaikan transaksi. Take over KPR sendiri merujuk pada pengalihan kredit rumah dari debitur lama ke debitur baru. Fenomena ini mencerminkan kesulitan pemilik rumah dalam menjual properti secara konvensional di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Banyak yang memilih melepas rumah sebelum masa kredit selesai untuk menghindari beban cicilan yang berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
Ada Demo di DPR, Menkomdigi Meutya Ingatkan Bahaya Provokasi dan Hoaks di Ruang Digital
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 14.31
Meta Sepakat Bayar Rp320 Triliun Dalam Kasus Keamanan Anak di Medsos
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.26
Polisi: Kelompok Anarko Mobilisasi Massa Via Medsos, Persiapkan Peralatan
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 12.14
Bule Australia Ini Ditangkap Gegara Berbuat Mesum di Halaman Rumah Warga
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 09.23