Muncul Masalah Baru Ancam Manufaktur RI, Apa Obatnya?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri manufaktur Indonesia kini mengalami tantangan biaya logistik yang meningkat akibat freight mahal. Sekretaris Inaplas Fajar Budiono menyatakan masalah utama bukan bahan baku, melainkan biaya pengiriman yang menghambat pasokan impor termasuk dari China. Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo Soekartono menilai biaya transportasi menyumbang 30-40% dari biaya produksi, mempengaruhi keputusan investor asing. Solusi yang ditawarkan meliputi regulasi tarif, percepatan proses perizinan, serta pengurangan birokrasi untuk meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 22.03
KAI Logistik Kelola 1,9 Juta Ton Barang pada Juli 2026, Angkutan Peti Kemas Tumbuh Tertinggi
Berita terkait
Proyek Tol Akses Patimban Dikebut, Begini Progresnya
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 21.30
IHSG Melesat 1,93%, Tapi Asing Masih Kabur Rp70,64 Triliun
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 19.07
Angkutan Ritel Tumbuh, KAI Logistik Layani Lebih dari 2 Juta Kiriman Hingga Juli 2026
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 01.14
Angkutan Ritel Tumbuh 15%, KAI Logistik Layani 2 Juta Kiriman
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 22.01