Nadiem Makarim Berkukuh Kasus Chromebook 100% Kriminalisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316267/original/021726700_1785919751-IMG_20260805_103906_5.jpg)
Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyatakan keyakinan bahwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) yang menjeratnya merupakan bentuk kriminalisasi. Hal ini disampaikan usai sidang banding perdananya di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 5 Agustus 2026. Nadiem menilai tidak ada unsur korupsi yang nyata dalam kasus ini, melainkan didasarkan pada narasi dan dugaan kerugian negara yang dibuat-buat. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan tidak menyebabkan kerugian negara, tetapi kemudian digambar-gambar menjadi kerugian negara. Nadiem juga menyebutkan beberapa kasus serupa seperti impor gula Tom Lembong, PT Pertamina, dan TaniHub sebagai bagian dari pola kriminalisasi yang telah terjadi selama dua tahun terakhir. Ia menyampaikan optimisme dalam menjalani sidang banding, karena menurutnya tiga unsur penting kasus ini tidak terpenuhi: tidak ada kerugian negara, tidak ada perlawanan hukum, dan tidak ada penyalahgunaan kewenangan. Nadiem juga menyatakan bahwa timnya telah melaporkan dugaan tekanan atau intimidasi terhadap hakim kepada Komisi Yudisial, dan berharap reformasi internal Kejaksaan dapat mencegah hal serupa di masa depan.", "tags": ["nadiem makarim", "kriminalisasi", "chromebook", "sidang banding", "komisi yudisial"]}", "tags": ["nadiem makarim", "kriminalisasi", "chromebook", "sidang banding", "komisi yudisial"]
Bagikan
Berita terkait
Profil Dandim Semarang Kolonel Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT ke-81 RI
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
174.791 Narapidana dan Anak Binaan Terima Remisi HUT ke-81 RI, 3 Ribu Diantaranya Langsung Bebas
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
Tak Hadir ke Istana, Megawati Pilih Upacara Bersama Kader PDIP di Sekolah Partai
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 10.15
Persebaya Tutup Pramusim dengan Manis, Bernardo Tavares Ungkap Masalah yang Belum Beres
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.13