Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Napi Lapas Bogor Garap Lahan Idle Jadi Lahan Tani

Lapas Kelas IIA Bogor mengubah lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pasir Jambu yang sebelumnya tidak digunakan menjadi lahan pertanian untuk pembinaan narapidana. Narapidana diajari keterampilan bertani mulai dari pembersihan lahan, pengolahan tanah, penanaman, hingga panen, dengan tanaman pangan dan hortikultura. Program ini bertujuan memberikan keterampilan praktis sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Hasil panen juga menjadi sumber pangan bagi narapidana. Kepala Lapas menyatakan pemanfaatan lahan ini diharapkan berkelanjutan demi kesejahteraan para warga binaanya.

Inisiatif ini sejalan dengan gagasan Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan Agus Andrianto soal Ketahanan Pangan di lingkungan permasyarakatan. Menanggapi temuan BPK tentang banyaknya lahan idle, Kementerian Imipas menggencarkan program ketahanan pangan agar lahan tidak dikucili lagi. Setiap lapas dapat berpartisipasi meski lahan terbatas dengan teknik seperti budi daya polibag atau lele.

Untuk meningkatkan nilai ekonomi, hasil ketahanan pangan wajib diserap minimal 5% oleh vendor bahan makanan lapas. Vendor yang bekerja sama harus merupakan pengusaha lokal, sehingga dampaknya juga menggerakkan UMKM di sekitar lapas. Pendapatan yang diperoleh kemudian dibagi untuk kesejahteraan petugas dan narapidana yang terlibat dalam program ini.

Berita terkait