Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Negara Bangkrut Beri Bansos Rp 300 M ke Warga, 1 Orang Dapat Rp 2 Juta

Pemerintah Haiti mengalokasikan dana sekitar Rp 299,4 miliar (US$17 juta) untuk program transfer tunai bagi 140.000 orang tua murid, dengan tiap penerima mendapatkan 15.000 gourdes (Rp 2,04 juta). Program ini bertujuan meringankan beban keluarga menjelang pembukaan tahun ajaran baru 2026-2027, yang dimulai pada 7 September 2026. Bantuan ditujukan bagi orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah negeri, komunitas, kota, dan sekolah kristen di wilayah kurang mampu. Selain bantuan tunai, pemerintah juga mengumumkan rencana rehabilitasi 52 sekolah, distribusi 8.000 perabot sekolah, dan penempatan 10.750 personel kepolisian untuk menjaga keamanan selama tahun ajaran berlangsung. Program ini diluncurkan di tengah krisis pendidikan Haiti yang ditimbulkan oleh kekerasan, kemiskinan, dan perpindahan penduduk. Menurut UNICEF, lebih dari 1.600 sekolah ditutup pada tahun ajaran 2024-2025, menyebabkan 7.500 guru kehilangan pekerjaan dan lebih dari 240.000 siswa kehilangan akses pendidikan. Pada Juni 2026, sekitar 1,5 juta orang diperkirakan menjadi pengungsi internal, dengan hampir setengahnya adalah anak-anak. UNICEF memperkirakan 2,8 juta anak di Haiti membutuhkan bantuan kemanusiaan, dan sekitar 1,5 juta anak (41% populasi usia sekolah) serta para guru membutuhkan dukungan untuk mengakses pendidikan. Haiti sedang mengalami krisis ekonomi dan fiskal yang berat. Data Institut Statistik Haiti menunjukkan kontraksi aktivitas ekonomi sebesar 0,6% secara tahunan pada Januari-Maret 2026. Untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar, pemerintah juga berupaya memperbaiki infrastruktur sekolah, meningkatkan kelancaran lalu lintas, dan mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem. Tahun ajaran 2026-2027 direncanakan berlangsung selama 194 hari, dari September 2026 hingga Juli 2027.

Berita terkait