Negara Ini Dikecam karena Bantai 23 Gajah untuk Hidangan Perayaan Kemerdekaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Botswana mengizinkan pembantaian 23 ekor gajah untuk hidangan perayaan 60 tahun kemerdekaan negara, menimbulkan kecaman dari aktivis hak-hak satwa. Gajah-gajah tersebut dibunuh berdasarkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Pariwisata, yang memperbolehkan pembuatan sarana makanan dalam acara resmi. Botswana dikenal sebagai negara dengan populasi gajah terbesar di dunia, sehingga keputusan ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap konservasi satwa liar. Oaitse Nawa dari Elephant Protection Society menyampaikan bahwa praktik ini dapat mengirimkan pesan yang bertentangan dengan upaya perlindungan gajah, serta berpotensi mendorong perburuan liar di masa depan. Gajah yang dibunuh kehilangan struktur sosial alami karena penggunaan senjata api dalam pembunuhan massal ini. Selain kritik dari kelompok lingkungan, sejumlah warga lokal juga menyuarakan kekhawatiran terkait risiko kesehatan menyantap daging gajah di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Tshenatshe Monwela dari komunitas Maun menyarankan agar pemerintah memberikan alternatif daging seperti kerbau yang tidak berisiko tinggi bagi kesehatan masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Gajah Lisa Lahirkan Anak Keenam di BTN Tesso Nilo Riau
Detik.com · 29 September 2026 pukul 11.22
Jaga Gajah SM Padang Sugihan dari Efek Karhutla, Menhut Perkuat Pasukan Darat
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 16.53
Menhut Jamin 29 Gajah di Padang Sugihan Sumsel Aman dari Karhutla
JawaPos · 18 September 2026 pukul 09.45
Jaga Gajah Padang Sugihan dari Karhutla, Menhut Raja Antoni Pertebal Pasukan Darat
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 23.42