Negara Ini Tambal Kas Negara-Hindari Defisit, BUMN Dijual-jual
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah India di bawah Perdana Menteri Narendra Modi mengambil langkah divestasi agresif untuk menghimpun dana menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat. Dalam langkah pertama, pemerintah menawarkan 6,5% saham Life Insurance Corporation of India (LIC) kepada investor dengan harga 382 rupee per saham, atau sekitar Rp59 triliun, dengan diskon 11% dari harga pasar. Langkah ini menjadi bagian dari target divestasi sebesar 800 miliar rupee pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2027, yang diproyeksikan akan membantu memperkuat keuangan negara terdampak konflik regional dan penurunan penerimaan pajak.
Hingga kini, pemerintah telah berhasil mengumpulkan sekitar 526 miliar rupee, atau sekitar dua pertiga dari target tahunan. Di samping LIC, pemerintah juga berencana menjual saham Coal India (tambang batu bara) senilai US$27 miliar dan produsen listrik NHPC. Tahun lalu, Goldman Sachs ditunjuk untuk mengelola penjualan saham di empat bank milik negara, termasuk IDBI Bank yang kemungkinan akan dilanjutkan dengan penawaran dari Fairfax Financial Holdings dan Emirates NBD.
Analis ANZ memperingatkan bahwa kenaikan subsidi pupek dan beban pembayaran utang dapat memperlebar defisit fiskal hingga 0,3% PDB, sementara target defisit tahun ini ditetapkan pada 4,3% PDB. Tekanan ini diperkirakan akan mendorong pemerintah India untuk mempercepat program divestasa aset negara guna menyeimbangkan anggaran.
Bagikan
Berita terkait
Ada Apa India, Pemerintah Tiba-Tiba "Sale" Besar-besaran BUMN?
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.00
Prabowo Puas dengan Kinerja Danantara dan Transformasi BUMN
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 19.01
290 BUMN Ditutup!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.26
Prabowo Belajar dari India soal Optimalisasi Aset Negara
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.47