Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nelayan Pantura Tegal Keluhkan Muara Dangkal, Pelabuhan Ikan, dan BBM

Nelayan di kawasan Pantura Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan tiga persoalan utama yang masih belum teratasi: pendangkalan muara sungai, minimnya fasilitas pelabuhan ikan, dan kesulitan akses bahan bakar minyak (BBM). Keluhan ini disampaikan dalam Dialog Kebijakan yang digelar DPD KNTI Kabupaten Tegal pada Senin (24/8/2026). Muara Sungai Cenang di Desa Suradadi, yang menjadi jalur bagi sekitar 400 perahu nelayan, mengalami pendangkalan parah sehingga perahu tidak dapat melintasi muara kecuali saat air pasang. Nelayan terpaksa menunggu kondisi air yang menguntungkan, menghambat efisiensi waktu kerja mereka.

KNTI mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi atau pengerukan muara, sekaligus membangun breakwater untuk mencegah sedimentasi kembali terjadi. Selain itu, nelayan meminta pembangunan pelabuhan ikan di Pantai Suradadi untuk meningkatkan perekonomian lokal. Akses BBM juga menjadi masalah karena nelayan harus menempuh jarak jauh ke Pelabuhan Perikanan Larangan Munjungagung, Kramat, hanya untuk mendapatkan solar. Mereka berharap adanya SPBU khusus untuk nelayan di Suradadi.

Perwakilan Dinas Perikanan Kabupaten Tegal, Ali, mengakui adanya pendangkalan dan sudah mengirimkan surat ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk penanganan segera. Namun, usulan pelabuhan ikan dan SPBU belum dapat diputuskan karena di luar kewenangan Dinasnya. Sementara itu, Ketua DPD KNTI Kabupaten Tegal, Sutarjo, menekankan pentingnya pengelolaan bersama atau co-management kawasan tenurial nelayan, termasuk kepastian hukum atas tanah timbul di pesisol yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat nelayan.

Berita terkait