Nelayan Tak Sadar, Gempa Megathrust Bawa Tsunami 15 Meter Sapu Pesisir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada 1 Agustus 1629, gempa megathrust berkekuatan M8,3 mengguncang Laut Banda dan memicu tsunami setinggi 15,3 meter yang menghantam pesisir Banda Naira. Nelayan yang berada di laut lepas tidak menyadari tanda-tanda air laut yang tidak biasa, namun saat menepi, mereka menemukan pesisir telah hancur diterjang bencana.
Catatan sejarah merinci kerusakan parah, termasuk rumah hancur, pepohonan tumbang, dan Benteng Nassau terendam air. Riset tahun 2013 mengidentifikasi gempa sebagai akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia di zona subduksi Banda, dengan aktivitas tektonik berlanjut selama bertahun-tahun. Penelitian menunjukkan ancaman serupa terus berulang, seperti tsunami besar di Ambon 50 tahun kemudian yang menewaskan sedikitnya 2.000 orang.
Laut Banda memiliki Palung Weber yang dalam, meningkatkan potensi gempa dan tsunami besar. Meskipun teknologi saat ini belum dapat memprediksi gempa secara pasti, penguatan mitigasi bencana dan kewaspadaan sangat penting untuk meminimalkan dampak di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 01.18
Rawan Gempa dan Tsunami, Pemkab Serang Buat Sistem Deteksi di Pantai Cinangka
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 08.36
Klasifikasi Bencana : Penjelasan Al-Quran tentang Gempa, Tsunami hingga Wabah
Berita terkait
Kapan Gempa Megathrust Bakal Guncang Indonesia? Ini Kata Ahli
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 07.30
Panduan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Megathrust
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 14.45
Mengenal Megathrust, Potensi Gempa dan Sebarannya di Indonesia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.55
Empat Lempeng Bumi Bertemu di Indonesia, Bawa Berkah Sekaligus Risikonya
Detik.com · 27 September 2026 pukul 16.15