Netanyahu Manfaatkan Pembajakan Flydubai untuk Seret AS ke Perang Lagi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dicurigai merencanakan operasi pembajikan pesawat flydubai dengan taktik 'false flag' untuk menyeret AS ke perang melawan Iran. Insiden terjadi pada 30 September 2026, saat pesawat UEA yang terbang dari Dubai ke Tel Aviv meng mengalami penikaman oleh kopilot terhadap pilot di kokpit. Pesawat tersebut membawa 174 penumpang, sebagian besar warga Israel. Menurut laporan Press TV yang mengutip sumber regional, operasi ini didiskusikan dalam kunjungan rahasia Netanyahu ke UEA pada 27 September 2026, tiga hari sebelum insiden. Sumber mengklaim Netanyahu didampingi pejabat militer dan intelijen Israel, serta membahas rencana operasi yang dapat dituduhkan kepada Iran. Tujuan operasi diduga untuk menyeret Presiden AS Donald Trump ke perang lanjutan melawan Iran. Netanyahu juga diduga khawatir dengan prospek koalisi pemerintahnya menjelang pemilu parlemen akhir Oktober 2026. Laporan ini belum diverifikasi, dan belum ada tanggapan resmi dari Israel, UEA, atau AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 07.32
Insiden Flydubai Jadi Polemik Politik, Oposisi Tuding Netanyahu Cari Untung
Berita terkait
Oposisi Sentil Netanyahu Manfaatkan Pembajakan Flydubai: Politik Murahan
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 20.07
Netanyahu Sebut Pilot Hendak Jatuhkan Pesawat Sebelum Dialihkan ke Saudi
Detik.com · 30 September 2026 pukul 22.53
Netanyahu dalam Pembicaraan Tertutup: Partai Likud akan Kalah Pemilu kecuali Situasi Berubah
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 16.29
Trump Janji Serang Iran Sangat Keras Jika Terlibat Dugaan Pembajakan FlyDubai saat Menuju Israel
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 10.26