Netanyahu Sebut Qatar-Turki Sebar Kebohongan Soal Israel: Erdogan Adalah Tiran!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerang kuat Qatar dan Turki dalam pidatonya di Sidang Umum PBB ke-81 di New York. Ia menuduh kedua negara menyebar kebohongan tentang Israel dan membenci Amerika serta Barat. Netanyahu menyebut Qatar mendanai universitas dan media seperti Al Jazeera selama puluhan tahun untuk 'mencuci otak' generasi muda. Ia juga menuduh Qatar menampung para pelaku serangan 7 Oktober dari Hamas.
Terkait Turki, Netanyahu memanggil Presiden Recep Tayyip Erdoğan sebagai 'tiran' dan tersangka kejam. Ia menuduh Erdoğan bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil Kurdi, penyangkalan genosida Armenia, serta penahanan jurnalis dan pemimpin oposisi. Netanyahu juga menyatakan Turki melanggar batas terhadap Yunani dan Siprus, dan menyerukan pengambilalihan Suriah.
Netanyahu menegaskan bahwa Turki tidak akan pernah menguasai Yerusalem, yang menurutnya adalah milik Israel. Ia mempertegaskan komitmen Israel atas kedaulatan Yerusalem sebagai ibu kota abadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 25 September 2026 pukul 04.01
Aktris Hollywood Ditangkap Saat Demo Protes Netanyahu di New York
Detik.com · 25 September 2026 pukul 23.13
Mamdani Balas Pidato Netanyahu di PBB: Dia Mengulangi Kebohongan
Detik.com · 25 September 2026 pukul 21.17
Hampir 70 Negara Walk Out Saat Netanyahu Pidato di PBB, Termasuk Saudi-Spanyol
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 21.07
Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB, Kemlu: Solidaritas kepada Rakyat Palestina
Berita terkait
Mamdani Respons Pidato Netanyahu: Kebohongan Tak Ubah Surat Perintah Penangkapan
kumparan · 25 September 2026 pukul 05.00
Kemlu soal RI Walkout saat Netanyahu Pidato di PBB: Solidaritas ke Palestina
kumparan · 25 September 2026 pukul 22.44
Jazuli Apresiasi Walk Out Delegasi RI Saat Netanyahu Hendak Berpidato di Sidang Umum PBB
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 19.00
Netanyahu Persingkat Kunjungan di AS, Langsung Pulang ke Israel setelah Pidato di PBB
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 16.44