Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ngopi Sudah Menjadi Gaya Hidup Anak Muda, Bagaimana dengan Sampahnya?

Kebiasaan ngopi di coffee shop kini telah menjadi bagian integral dari gaya hidup anak muda, bukan sekadar untuk menikmati kopi, tetapi juga sebagai tempat bertemu, bekerja, dan mencari inspirasi. Survei GoodStats pada Oktober 2024 menunjukkan bahwa 71 persen masyarakat Indonesia memilih membeli kopi di coffee shop dibandingkan menyeduhnya di rumah. Namun, kebiasaan ini menimbulkan isu sampah dari material seperti gelas plastik, tutup, sedotan, dan kemasan lainnya yang sering tidak dikelola dengan baik setelah pemakaian.

PT Chandra Asri Group melalui kampanye "Jejak Asri Hobbies Vol. 2: Ngopi Bijak, Sirkular Berdampak" mendekatkan isu keberlanjutan dengan rutinitas sehari-hari. Kegiatan ini mengajarkan komunitas "Sobat Asri" untuk memahami material yang digunakan dalam ngopi, seperti Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE), serta cara pengelolaannya pasca pakai. Dengan memahami karakteristik dan peruntukan material, diharapkan masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih bijak dan mendukung ekonomi sirkular.

Pelaku usaha kopi juga turun tangan dalam mengurangi dampan lingkungan. Kopi Nako, misalnya, mendorong penggunaan cup plastik yang dapat dicuci kembali melalui mesin rinser, serta memperkenalkan produk berbahan daur ulang. Founder Kopi Nako, Robert Wanasida, menekankan bahwa kebiasaan ngopi yang sudah dekat dengan masyarakat dapat menjadi medium untuk memperkenalkan praktik keberlanjutan secara sederhana. Sisa-sisa seperti ampas kopi juga dapat dimanfaatkan menjadi kompos, menunjukkan bahwa setiap aspek dari aktivitas ngopi dapat berkontribusi pada keberlanjutan.

Berita terkait