Jakarta · Senin, 28 September 2026Cari
WargaKonoha

Olah Limbah Jadi Energi, Buka Peluang Lapangan Kerja Hijau

Pengembangan bioenergi di Indonesia tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi dan lapangan kerja hijau. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan pemanfaatan sekitar 10 juta ton biomassa berpotensi menciptakan sekitar 150.000 lapangan kerja baru di sepanjang rantai pasok bioenergi, mulai dari penyediaan dan pengumpulan bahan baku, pengolahan, transportasi, hingga pemanfaatan sebagai bahan bakar pembangkit. Sumber daya biomassa yang dimiliki Indonesia meliputi kayu, residu pertanian, sekam padi, dan berbagai sumber hayati lainnya. Pemanfaatan 10 juta ton biomassa juga diproyeksikan berkontribusi pada pengurangan emisi sekitar 12 juta ton CO₂e. PLN EPI mencatat pemanfaatan biomassa saat ini mencapai sekitar 30,7 juta ton, dengan potensi belum termanfaatkan sekitar 60,6 juta ton. Dalam periode 2023-2026, perusahaan berhasil merealisasikan penyediaan biomassa sebesar 4,77 juta ton, dengan pasokan cofiring didominasi biomassa berbasis kayu dengan porsi lebih dari 77 persen.

Peluang ini sejalan dengan ekspansi energi terbarukan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. Dalam skenario ARED, PLN merencanakan tambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 12,22 gigawatt (GW) pada periode 2025-2029, termasuk 0,61 GW untuk bioenergi. Salah satu pengembangan bioenergi yang didorong adalah implementasi cofiring pada 52 lokasi pembangkit batu bara dengan total kapasitas sekitar 18.154 megawatt (MW), yang membutuhkan sekitar 9 juta ton biomassa per tahun. Program ini mendukung target Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) 2030 sektor energi dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, menekankan bahwa peluang besar ini perlu dimanfaatkan generasi muda, baik sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, agregator, hingga inovator dalam ekosistem energi bersih. Transisi energi tidak hanya mengganti sumber energi, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi dan profesi baru bagi generasi muda untuk menjadi pelaku utama masa depan energi Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait