Orang Tua Santri Ramai-ramai Jemput Anak Usai Dugaan Pelecehan di Ponpes Lombok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah orang tua wali murid Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI di Lombok Tengah mendatuki ponpes pada Selasa (22/9/2026) untuk menjemput anak-anak mereka setelah kabar dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pimpinan ponpes tersebar luas. Mereka khawatir akan keselamatan dan keamanan anak-anak, sekaligus mengambil barang pribadi di asrama. Beberapa orang tua juga mempertimbangkan pemindahan anak ke lembaga pendidikan lain. Para wali murid melaporkan bahwa sebagian santri mengalami trauma akibat dugaan kasus ini. Pihak pengurus dan komite ponpes, termasuk Sahpan sebagai anggota komite, mengaku terkejut dan belum yakin memberikan tanggapan tegas terkait dugaan pelecehan tersebut. Mayoritas wali murid memaksa agar anak-anak dibawa pulang sementara. Setelah tekanan dari orang tua, pihak komite memberikan izin bagi para santri untuk pulang sementara hingga Kamis (24/9/2026) untuk meredakan situasi dan mempertimbangkan kondisi belajar yang terganggu. Namun, sejumlah orang tua belum pasti akan mengembalikan anak mereka ke ponpes setelah insiden ini.
Bagikan
Berita terkait
Viral Pelecehan Seksual Modus Konten Prank Boneka di Surabaya, Polisi Selidiki
kumparan · 22 September 2026 pukul 19.21
HUT Lalu Lintas ke-71, Polda Sumsel Gelar Baksos & Doa Bersama di Ponpes
Detik.com · 22 September 2026 pukul 17.35
Remaja Perempuan di Grobogan Dirundung 3 Temannya, Dipicu Status WhatsApp
kumparan · 22 September 2026 pukul 17.06
Bikin Heboh, Oknum Kasatpol PP Lecehkan Bawahan dengan Cara Dipeluk & Dikecup
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 14.12