Ospek di UGM: Seperti KKN Mini, Tak Ada Perpeloncoan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program PIONIR di Universitas Gadjah Mada (UGM) diikuti 11.099 mahasiswa baru program sarjana dan sarjana terapan selama dua pekan. Kegiatan pengenalan kampus ini tanpa kekerasan dan perpeloncoan, dengan prinsip inklusivitas serta tidak ada penugasan. Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Hempri Suyatna menyebutnya seperti KKN mini karena mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat selain mengenal kampus.
Mahasiswa mendapat materi kelas dan soft skill nilai ke-Jogja-an. Action plan dilakukan di 20 kelurahan dan kalurahan (6 di Sleman, 14 di Kota Yogyakarta) dengan menanam bibit pohon di kampus dan masyarakat untuk konsep green campus. Mereka juga ikut peringatan HUT RI 17 Agustus bersama warga. Kegiatan dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, memakai jas almamater dan caping. Materi meliputi literasi digital, literasi keuangan, dan kesehatan mental.
Wakil Rektor Dr. Arie Sujito menjelaskan Action Plan bertajuk Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata mengajak mahasiswa mengenali lingkungan sosial sekitar tempat tinggal, belajar srawung, rendah hati, toleransi, dan menghormati masyarakat. Pengalaman ini membentuk karakter sesuai jati diri UGM sebagai Universitas Kerakyatan.
Bagikan
Berita terkait
UNP soal Mahasiswa Baru Jalan Jongkok: Sanksi Terlambat
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 16.23
Tak Ada Jalan Jongkok, USU Tegaskan PKKMB Maba 2026 Fokus Pengenalan Kampus
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 15.10
Rektor UNY Ungkap Ospek di Kampusnya: Maba Kami Perlakukan Seperti Raja dan Ratu
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 13.00
Komisi X Soroti Ospek di UNP, Nilai Rendahkan Martabat Maba-Minta Dievaluasi
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 11.32