OTT Rektor Unsoed, Pengamat Desak Evaluasi Total Tata Kelola dan Pembiayaan Perguruan Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap jajaran pimpinan Universitas Soedirman (Unsoed), termasuk Rektor Akhmad Sodikin dan dua Wakil Rektor, terkait dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran. Penangkapan ini menambah korban hukum perguruan tinggi negeri yang serupa dengan kasus di Unila dan Udayana. Pengamat Masyarakat Transparansi Indonesia, Ahmad Jilul Qur’ani Farid, menekankan perlunya evaluasi sistem seleksi dan tata kelola pembiayaan perguruan tinggi untuk mencegah penyimpangan berulang. Ia meminta KPK menuntaskan perkara Unsoed hingga ke aliran dana, BPK melakukan audit tematik jalur mandiri, Kemendikbudristek membuka data transparan, serta Pemerintah dan DPR menyusun standar pembiayaan yang jelas. Kasus ini menyoroti kerentanan sistem otonomi BLU dan PTN-BH yang tak sebanding dengan pengawasan independen.
Bagikan
- korupsi perguruan tinggi
- ott kpk
- evaluasi tata kelola perguruan tinggi
- penerimaan mahasiswa
- transparansi pendidikan
Berita terkait
SKD POLTEKPIN: 86 Peserta di Bali Ikut Tes, Kakanwil Eem Beri Pesan Penting
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 18.43
Bupati Bolmong Utara Tertangkap OTT KPK, PDIP Cabut Dukungan
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 15.31
Bupati Bolaang Mongondow Utara Terjaring OTT KPK, Korupsi Proyek Jalan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 04.45
Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara soal Anak Buahnya Kena OTT Perkara Suap HGB
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 15.00