OTT Rektor Unsoed, Pengamat Desak Evaluasi Total Tata Kelola dan Pembiayaan Perguruan Tinggi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap jajaran pimpinan Universitas Soedirman (Unsoed), termasuk Rektor Akhmad Sodikin dan dua Wakil Rektor, terkait dugaan pengondisian penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran. Penangkapan ini menambah korban hukum perguruan tinggi negeri yang serupa dengan kasus di Unila dan Udayana. Pengamat Masyarakat Transparansi Indonesia, Ahmad Jilul Qur’ani Farid, menekankan perlunya evaluasi sistem seleksi dan tata kelola pembiayaan perguruan tinggi untuk mencegah penyimpangan berulang. Ia meminta KPK menuntaskan perkara Unsoed hingga ke aliran dana, BPK melakukan audit tematik jalur mandiri, Kemendikbudristek membuka data transparan, serta Pemerintah dan DPR menyusun standar pembiayaan yang jelas. Kasus ini menyoroti kerentanan sistem otonomi BLU dan PTN-BH yang tak sebanding dengan pengawasan independen.
Bagikan
- korupsi perguruan tinggi
- ott kpk
- evaluasi tata kelola perguruan tinggi
- penerimaan mahasiswa
- transparansi pendidikan
Berita terkait
MTI: OTT Rektor Unsoed Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Pembiayaan Perguruan Tinggi
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.47
Rektor Kena OTT KPK, Unsoed Purwokerto Sementara Dipimpin Warek
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 18.30
Komisi X DPR Prihatin Atas Dugaan Pengondisian Penerimaan Mahasiswa di Unsoed
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 15.47
Komisi X Soroti OTT Rektor Unsoed: Momentum Bersihkan Pendidikan dari Korupsi
kumparan · 21 Agustus 2026 pukul 14.26