Pabrik Baterai EV Raksasa RI Siap Beroperasi, Ini Pemiliknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pabrik baterai EV PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan CBL (anak usaha CATL), telah selesai dibangun dan siap memulai produksi komersial akhir Juli 2026. Kapasitas fase pertama mencapai 6,9 GWh dengan rencana ekspansi ke 15 GWh (ekuivalen ~250 ribu unit EV). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan kesiapan ini usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, menandai pencapaian strategis hilirisasi nikel.
Pabrik ini merupakan bagian dari ekosistem baterai terintegrasi hulu-hilir bernilai US$ 5,9 miliar (Rp 96,04 triliun) yang terdiri dari 6 joint venture: pertambangan nikel PT Sumberdaya Arindo (sudah produksi 2023), smelter RKEF PT Feni Haltim (target 2027), smelter HPAL PT Nickel Cobalt Halmahera (target 2028), fasilitas material baterai di Halmahera (target 2028), sel baterai CATIB (fase 1 2026, fase 2 2028), dan daur ulang baterai (target 2031). Kepemilikan mayoritas dipegang CBL (60–70%), sisanya oleh Antam dan IBC.
IBC memastikan pasar sudah tersedia sehingga produksi dapat langsung berjalan komersial; trial production saat ini sedang berlangsung. Kehadiran CATIB di posisi hilir melengkapi rantai nilai nikel Indonesia, mendukung ambisi menjadikan ekosistem baterai EV terbesar di Asia.
Bagikan
Berita terkait
Siap-Siap Pabrik Baterai EV ke-2 RI Segera Beroperasi, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 11.35
RI Bersiap Punya Pabrik Baterai Terbesar, Ini Profilnya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.55
RI Bakal Punya Pabrik Baterai EV Raksasa, Ini Pemiliknya
CNBC Indonesia · 8 Agustus 2026 pukul 12.20
Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 20.50